Terpercaya, Mengungkap Fakta & Kebenaran
  • , WIB

Dalam 20 Tahun, Rata-rata Perokok akan Menderita PPOK 

  • 27 November 2019 3955x

Jakarta (Tajukpos) - Ahli kesehatan yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr Faisal Yunus PhD Sp.P(K) mengemukakan bahwa rata-rata perokok yang merokok setiap hari akan menderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dalam rentang 20 hingga 25 tahun sejak pertama kali merokok.
"Merokok menjadi faktor risiko paling tinggi seseorang bisa terjangkit PPOK yang diikuti oleh faktor risiko lain seperti terpajan (terekspose) polusi udara di lingkungan sekitar," katanya di Jakarta, Selasa.
"PPOK terjadi lebih sering pada usia di atas 40 tahun dan memiliki riwayat terpajan faktor risiko PPOK, yang paling sering adalah merokok," tambah Guru Besar Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI itu.
Ia mengatakan orang yang mulai merokok di usia 20 tahun dan terus menerus mengonsumsi produk tembakau tersebut baru menimbulkan gejala PPOK pada usia 40 tahun ke atas.
Faisal Yunus mengatakan paling banyak pasien PPOK di Indonesia adalah laki-laki karena jumlah perokok didominasi oleh pria.
PPOK memiliki gejala yang mirip dengan asma seperti sesak napas, batuk-batuk dan berdahak, mudah lelah, dan sesak bertambah parah ketika beraktivitas. Namun perbedaan PPOK dengan asma adalah penyakit yang semakin memburuk dan terasa berat seiring bertambah usia sementara asma cenderung stabil.
Selain itu ciri utama yang mudah dikenali adalah adanya gejala mirip penyakit asma di usia tua dan memiliki riwayat merokok.
Faisal memberikan gambaran kemampuan fungsi paru pada seorang perokok namun tidak mengalami sakit apapun akan menurun mencapai 60 persen pada usia 80 tahun.
Namun apabila perokok tersebut mengalami PPOK, fungsi paru akan menurun mencapai 60 persen di usia 40 tahun ke atas, mengalami penurunan fungsi hingga 40 persen dan menimbulkan kecatatan pada usia 50 tahun, dan hingga mengakibatkan kematian di usia 60 tahun.
Oleh karena itu Faisal menyarankan agar perokok mulai berhenti merokok sejak dini agar fungsi paru bisa bertahan lebih lama dan PPOK tidak berlanjut pada stadium berat.
Cara mencegah terkena PPOK sebenarnya cukup mudah, yaitu menghindari pajanan asap dan polusi udara. Yaitu tidak merokok, menggunakan masker saat berkendara atau bekerja di lingkungan berpolusi seperti pabrik dan situs kontruksi, serta menghindari polusi di rumah seperti asap kayu bakar dan asap obat nyamuk.
Ia menambahkan orang yang terpajan polusi udara hanya pada waktu tertentu seperti pada waktu berangkat dan pulang kerja lebih lama mengakibatkan PPOK. Berbeda halnya dengan perokok yang mengonsumi sepuluh batang rokok setiap hari sehingga lebih sering terpajan asap.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013 diperkirakan terdapat 9,2 juta jiwa penderita PPOK atau 3,7 persen penduduk Indonesia dengan tiga juta kematian setiap tahunnya, demikian Faisal Yunus.(ant)

>> BERITA TERKAIT

  • 26 November 2019 3247x
Guru Besar USU Laporkan Lion Air ke Polisi

Banda Aceh (Tajukpos) - Guru Besar Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Tan Kamelo melaporkan maskapai Lion Air ke polisi

  • 26 November 2019 3299x
Dinas Perpustakaan dan Arsip Tapteng Bimtek Pengelolaan Kearsipan

Tapteng (Tajukpos) - Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tapanuli Tengah melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan

  • 26 November 2019 3235x
Pemkot Tanjungbalai dan KPK Sosialisasi Pencegahan Korupsi

Tanjungbalai (Tajukpos) - Bagian Hukum dan HAM Setdakot Tanjungbalai bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi

  • 26 November 2019 3239x
Deliserdang Hasilkan Sampah 1.078 Ton Setiap Hari

Lubuk Pakam (Tajukpos) - Wakil Bupati Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, Yusuf Siregar mengemukakan bahwa dengan jumlah

  • 26 November 2019 3465x
Vatikan Tunjuk Agatha Natania Asal Indonesia Jadi Anggota Badan Penasehat Kaum Muda

Vatikan (Tajukpos) – Seorang perempuan asal Indonesia telah ditunjuk sebagai anggota sebuah badan penasihat baru Vatikan

  • 26 November 2019 3236x
Kunjungi DPRD Medan, DPRD Musirawas Tanya Reses dan Sosper

Medan (Tajukpos) - Dalam rangka meningkatkan kinerja dan fungsi DPRD, sejumlah anggota DPRD Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan

  • 26 November 2019 3364x
Bangun Purba Masuk Final Kecamatan Terbaik Sumut

Lubuk Pakam (Tajukpos) - Tim Penilai Kecamatan Terbaik kembali mendatangi Kabupaten Deli Serdang, dalam rangka melakukan

  • 26 November 2019 3238x
Medan Kota 6 Besar Kecamatan Terbaik Tingkat Provinsi Sumut

Medan (Tajukpos) - Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi berharap Kecamatan Medan Kota dapat keluar sebagai juara

  • 26 November 2019 3262x
DPC KSPSI Kota Medan Sampaikan 3 Aspirasi Pekerja Kepada Plt Wali Kota

Medan (Tajukpos) - Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) Kota Medan menemui

  • 26 November 2019 3251x
Ketua DPR RI Puan Maharani Desak Pemerintah Angkat Guru Honorer

Jakarta (Tajukpos) - Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) segera

  • 26 November 2019 3229x
Proyek SPAM Simanindo Rampung, Dioperasikan Desember 2019

Samosir (Tajukpos) – Pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dengan penerapan teknologi IPA (Instlasi Pengolahan

  • 26 November 2019 3293x
Ratusan kios pedagang pakaian bekas terbakar di Tanjung Balai

Medan (Tajukpos) -- Kebakaran melanda pasar pakaian bekas di Tanjungbalai, Sumatera Utara, Selasa (26/11) pukul 00.15 WIB.

  • 26 November 2019 3343x
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Untuk Bangsa Indonesia, Pancasila Sudah Final

Medan (Tajukpos) – Pancasila adalah konsensus dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut sudah final dan

  • 26 November 2019 3281x
Tepis Isu Terkena Virus, Bupati Deli Serdang Bersama Tokoh Agama Makan Bersama Menu Ikan Laut

Percut Sei Tuan (Tajukpos) - Untuk menepis isu terkait viralnya pemberitaan virus hog kholera yang marak belakangan ini di